Kenalan dengan Tiga Jenis Konstruksi Jembatan Terpopuler

Sebagai negara kepulauan pun memiliki banyak gunung merapi, Indonesia pada dasarnya punya banyak kondisi jalan yang tidak rata. Ya, tidak selamanya negeri ini dihiasi oleh dataran rendah, karena kadang harus menuju tempat lain yang adalah dataran tinggi. Untuk bisa mencapai dua tempat beda kontur ini, keberadaan konstruksi jembatan memang sangat penting.

Ya, jembatan pada dasarnya tidak hanya menghubungkan daratan dengan daratan yang di bawahnya ada sungai atau laut saja. Lebih lanjut, Struyk dan Veen (1984) pernah memaparkan bahwa jembatan merupakan struktur bangunan yang berfungsi menghubungkan dua bagian jalan yang terhalang rintangan entah lembah, aliran sungai, waduk, jalur kereta api hingga lain-lain.

Dan ketika konstruksi jembatan ini sudah dibangun, biasanya perekonomian di dua wilayah yang saling terhubung bakal meningkat. Jembatan juga bisa mempercepat perkembangan peradaban yang bakal dilewati kendaraan-kendaraan bermotor. Untuk itulah supaya bisa digunakan dalam jangka waktu lama, pembangunan sebuah jembatan memang harus benar-benar serius.

Jenis-Jenis Konstruksi Jembatan yang Sering Ditemukan

Lantaran memiliki fungsi yang penting dalam hal infrastruktur sebuah wilayah, perencanaan konstruksi jembatan sudah pasti wajib dilakukan secara teliti. Mulai dari lebar jembatan, panjang jembatan, material konstruksi hingga rancangan dari jembatan itu sendiri. Hal-hal ini hanya bisa ditentukan sesuai dengan lokasi jembatan berada karena halangan jalur air tentu berbeda dengan lembah atau bahkan jalur kereta.

Mempertimbangkan hal-hal di atas, akhirnya ada banyak jenis-jenis konstruksi sebuah jembatan yang sering Anda temukan di Indonesia. Apa saja? Berikut tiga di antaranya yang paling populer:

  1. Arch Bridge

Seperti namanya, Arch Bridge ini memang dibuat melengkung seperti busur panah sehingga membuatnya cukup efisien dalam hal material. Jika dibandingkan konstruksi Beam atau Truss, Arch diklaim lebih kokoh.

  1. Cable Stayed Bridge

Dari namanya Anda sudah bisa menebak kalau desain jembatan jenis ini menggunakan kabel sebagai bagian penyangga dan ditumpu oleh towes. Tentunya kabel-kabelnya luar biasa kuat dan kokoh dan tersambung ke pilar-pilar di bagian tengah bentang. Cable Stayed Bridge lebih direkomendasikan pada pembangunan jembatan di area rentan gempa.

  1. Truss Bridge

Truss Bridge adalah desain jembatan yang memakai kerangka truss berbentuk triangular. Bahkan kendati tidak terpancang pada tanah, bentuk segitiga yang menghubungkan antar tiang membuatnya lebih kaku.

  1. Suspension Bridge

Sesuai namanya, desain Suspension Bridge adalah jembatan gantung yang mana kabel utama memikul bentangnya. Lantaran tidak terhubung langsung dengan pilar, jenis ini berbeda dengan Cable Stayed dan dianjurkan untuk ditutup ketika adanya angin kencang.

  1. Beam Bridge

Yang paling terlihat dari konstruksi Beam Bridge adalah desainnya paling sederhana. Biasanya cuma berbentuk horizontal lurus dengan tiang vertikal begitu saja. Tiangnya sering dibuat dari baja atau beton, dan lebih sering dipakai sebagai jembatan penghubung dua area dekat yang terpisah sungai.

Paham jika kualitas konstruksi sebuah jembatan dipengaruhi betul oleh material penyusunnya, PT. Mosa Indo Palma sejak lama membangun komitmen hanya menyediakan produk-produk terbaik. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, Mosa adalah salah satu penyedia bahan baku produksi beton, pondasi bangunan, jalan dan jembatan hingga hauling road terpercaya.Beberapa produk untuk konstruksi jembatan terutama bagian blok beton yang ditawarkan oleh Mosa seperti screening stone, batu split hingga batu ash. Anda tentu bisa menyesuaikan sendiri materialnya dengan tipe jembatan yang hendak dibangun. Dengan begitu jembatan mempunyai daya tahan tinggi dalam waktu lama.

Bagikan Artikel
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Rekomendasi Artikel

Artikel terkait dengan artikel Kenalan dengan Tiga Jenis Konstruksi Jembatan Terpopuler