Ini 4 Manfaat Teknik Konstruksi Kering dalam Pembangunan

Dalam lingkup teknik sipil, bangunan ternyata dibedakan menjadi dua jenis yakni bangunan kering seperti rumah, gedung, pabrik, tempat ibadah sampai landasan di bandara, serta bangunan basah seperti bendungan, saluran irigasi dan dermaga pelabuhan. Namun dalam hal teknik konstruksi, ternyata juga dikenal konstruksi kering alias dry construction yang kini banyak dipilih dalam bangunan-bangunan modern.

Yap, majunya peradaban manusia membuat teknik konstruksi kering ini memang hadir seiring dengan keinginan menciptakan sebuah aktivitas yang ramah lingkungan. Sesuai dengan namanya, dry construction ini memang meminimalisir penggunaan air karena jika digunakan terlalu banyak, limbah konstruksi jelas mengganggu permukiman di sekitarnya. Tak heran kalau akhirnya bangunan-bangunan modern banyak yang menggunakan teknik ini.

Inilah Manfaat Penggunaan Teknik Konstruksi Kering

Seperti yang Anda tahu, dalam pembangunan tentu diperlukan air yang menjadi campuran utama dalam material pengikat yakni pasir serta semen. Nah untuk proses dry construction yang mengurangi air, penggunaan material bangunan bisa jauh lebih efektif bahkan bisa dipakai dalam beberapa struktur bangunan. Beberapa bagian seperti lantai, dinding bangunan, bagian lantai sampai partisi antar ruangan bisa dilakukan secara lebih optimal.

Selain keberadaan batu-batuan berkualitas, teknik ini biasanya juga memanfaatkan kayu dan sejenisnya sebagai material utama. Penataan kayu yang diatur sedemikian rupa dan bagian rongga diisi bahan microfiber, dipandang jauh lebih aman. Tak cuma kayu, baja ringan juga kerap dipakai supaya bangunan berusia lama. Hal ini yang akhirnya membuat teknik konstruksi kering punya banyak manfaat seperti berikut ini:

  1. Proses Cepat Biaya Murah

Bisa dibilang ini merupakan keunggulan utama dari dry construction. Bagaimana tidak karena materialnya lebih mudah ditemukan dan tidak ribet, membuat proses pemasangan antar struktur jadi lebih cepat. Imbasnya, biaya pembangunan pun makin efektif. Keberadaan sistem knock down untuk material kayu atau baja ringan, developer tentu bisa melakukan optimalisasi pondasi secara tepat.

  1. Ramah Terhadap Lingkungan

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, minimalisir air membuat teknik ini lebih ramah lingkungan. Tapi tak hanya itu, keberadaan microfiber juga mampu mengurangi limbah pembangunan yang berdampak positif ke lingkungan di sekitarnya. Bahkan material selayaknya kayu, baja ringan hingga plasterboard juga jauh lebih mudah didaur ulang untuk digunakan dalam produk lainnya.

  1. Ringan Serta Kuat

Melihat material pengikat pada struktur bangunan atas, teknik ini mampu membuat bangunan memiliki ikatan antar molekul yang baik dan saling bekerja sempurna satu sama lain. Lantaran punya bobot struktur lebih ringan inilah, membuat beban bangunan tak terlalu besar yang membuatnya berusia lebih panjang. Anda bisa menghuninya dengan nyaman karena sangatlah kokoh.

  1. Jauh Lebih Fleksibel

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya keberadaan material microfiber pada rongga struktur, membuat rumah lebih fleksibel dan bisa bertahan dari musibah alam seperti gempa bumi. Tak heran kalau akhirnya Indonesia sebagai negara yang rawan gempa memang disarankan untuk mulai beralih ke konsep dry construction.Nah, agar teknik konstruksi kering bisa berdiri dengan kokoh, struktur pondasi haruslah dibuat sesempurna mungkin dengan material berkualitas. Nah, hal itulah yang ditawarkan oleh PT. Mosa Indo Palma lewat sejumlah produk unggulan mereka. Setidaknya ada tiga batuan yang bisa Anda pilih yakni batu ash, batu split dan screeening stone yang sama-sama mampu mewujudkan konstruksi bangunan dengan biaya produksi yang lebih efektif serta efisien.

Bagikan Artikel
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Rekomendasi Artikel

Artikel terkait dengan artikel Ini 4 Manfaat Teknik Konstruksi Kering dalam Pembangunan