Ingin Detail Pondasi Kokoh? Perhatikan Hal-Hal Ini!

Dalam sebuah kontruksi bangunan entah rumah, gedung bertingkat, jalan raya, jembatan atau bahkan infrastruktur lainnya, detail pondasi memang jadi salah satu bagian terpenting. Karena bagaimanapun juga, konstruksi itu tak akan berjalan sesuai harapan jika pondasi dibangun tanpa memperhatikan hal-hal mendetail yang ternyata berimbas pada ketahanan pembangunan itu sendiri.

Ada banyak sekali konstruksi yang gagal dan ambruk lebih dulu sesuai perhitungan karena memang tidak adanya pembahasan detail pondasi yang tepat. Padahal ketika sedang merencanakan pondasi sebagai bagian paling dasar dalam sebuah pembangunan, diperlukan ketelitian termasuk pemilihan material yang ternyata memegang peranan penting dalam ketahanannya.

Ingin bangunan yang sudah dirancang dalam waktu lama bisa kokoh berdiri hingga usia maksimalnya? Maka ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan ketika tengah membahas detail pondasi dengan seluruh pihak yang terkait berikut ini.

  1. Identifikasi Tanah

Agar proses perencanaan pondasi bisa lancar nanti, hal pertama sekaligus paling dasar yang wajib Anda lakukan adalah melakukan identifikasi tanah atau lahan tempat di mana pondasi bakal berdiri. Tahapan ini biasanya melibatkan kontraktor yang memang paham spesifikasi lahan. Dengan begitu pondasi bisa dirancang sesuai kondisi tanah entah dataran landai, merata, curam atau hingga di kawasan lereng perbukitan.

  1. Tes Tanah

Anda harus tahu bahwa setiap daerah punya kontur tanah berbeda-beda. Penting dalam perencanaan pondasi untuk tahu jenis tanahnya secara tepat. Dengan begitu bakal bisa meminimalisir bahaya konstruksi yang retak,sampai risiko tanah yang bergeser atau bergoyang. Agar tahapan ini tepat, libatkan tenaga ahli berkualitas yang mampu melakukan pengujian reaksi tanah saat dipadatkan dan tes perc.

  1. Jalur Bawah Tanah

Setelah dua hal di atas dilakukan, Anda juga wajib melakukan pemeriksaan jalur bawah tanah untuk mengetahui apakah ada pipa atau kabel yang tersangkut. Dengan mengetahui utilitas yang ada, Anda juga bisa memastikan apakah saluran-saluran itu masih berfungsi dengan baik atau tidak yang berkaitan dengan fasilitas kehidupan bangunan.

  1. Rancangan dan Material

Jika ketiga hal sebelumnya sudah dilakukan dengan tepat, maka hal berikutnya adalah masuk ke rancangan detail pondasi. Di mana Anda bisa melakukan pengecekan terhadap aturan pendirian dan perizinan bangunan apakah untuk kebutuhan bangunan satu lantai, dua lantai dan seterusnya. Lalu baru mulai membuat denah dan desain bangunan termasuk penentuan titik tengah badan kolom.

  1. Pilih Jenis Pondasi

Dan hal terakhir dalam pembuatan pondasi bangunan adalah dengan mengenali jenis-jenis pondasi itu sendiri. Ada beberapa jenis yang sering digunakan di Indonesia seperti pondasi tapak untuk bangunan dengan beban tunggal, pondasi rumah jenis alur untuk beban memanjang, pondasi rumah berbentuk rakit untuk konstruksi yang lebih luas dan lebar hingga pondasi sumuran, umpak, plat beton lajur, rumah tiang pancang sampai strauss pile.

Dalam berbagai hal yang wajib dibahas dalam perencanaan sebuah pondasi, tak bisa dipungkiri kalau pemilihan material memang jadi salah satu yang terpenting. Memahami hal itulah, PT. Mosa Indo Palma yang selama ini menyediakan bahan baku produksi beton, pondasi bangunan, jalan hingga hauling road, senantiasa berkomitmen dalam menyediakan material berkualitas.Sadar kalau detail pondasi tak bisa diremehkan dan keinginan setiap orang punya konstruksi kokoh inilah, ada tiga produk unggulan yang ditawarkan Mosa. Ketiga produk batu-batuan material penyusun pondasi itu adalah batu ash, batu split hingga screening stone yang mana semuanya akan membantu Anda membangun pondasi sesuai rencana dan berdiri kokoh dalam waktu lama.

Bagikan Artikel
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Rekomendasi Artikel

Artikel terkait dengan artikel Ingin Detail Pondasi Kokoh? Perhatikan Hal-Hal Ini!